Sejarah Hanwha Life

1946

Korea Life yang merupakan perusahaan Asuransi pertama di Korea Selatan terbentuk pada 9 September 1946

2002

Korea Life bergabung dengan Hanwha Group pada 12 Desember 2002

2003

Hanwha Life memasuki pasar global di New York, London, Tokyo, Vietnam, Cina dan Indonesia

2012

Korea Life mengubah nama menjadi Hanwha Life Insurance pada 9 Oktober 2012 dengan visi ‘A Global Insurance Company, Growing Together with Customers’

2013

Hanwha Life Insurance Indonesia secara resmi memulai bisnisnya pada 24 Oktober 2013

LIFEPLUS

“Inspirasi Anda”

Menjadi satu dari 10 perusahaan Asuransi Jiwa terbaik di Indonesia pada tahun 2023

“Memberi lebih untuk hidup yang lebih baik”

Hanwha Life berkomitmen untuk dapat dipercaya memberikan masa depan yang lebih baik.

NILAI-NILAI PADA HANWHA LIFE

Peningkatan Hidup – Life – enhancing

Menambah nilai bagi kehidupan pelanggan

Inovatif – Innovative

Pemikiran dan solusi inovatif yang menciptakan masa depan

Handal – Reliable

Partner jangka panjang yang selalu bisa Anda percaya dan selalu menepati janji

VISI

“Inspirasi Anda”

Menjadi satu dari 10 perusahaan Asuransi Jiwa terbaik di Indonesia pada tahun 2023

“Memberi lebih untuk hidup yang lebih baik”

Hanwha Life berkomitmen untuk dapat dipercaya memberikan masa depan yang lebih baik.

MISI

Peningkatan Hidup – Life – enhancing

Menambah nilai bagi kehidupan pelanggan

Inovatif – Innovative

Pemikiran dan solusi inovatif yang menciptakan masa depan

Handal – Reliable

Partner jangka panjang yang selalu bisa Anda percaya dan selalu menepati janji

Commisioners & Board of Directors

Kim Jun II
President Commisioner</h5 >

Muhammad Ichsan
Independent Commisioner
Amran Nangasan
Independent Commisioner
Yeom Kyung Seon
President Director
Kwong Gihan
Director
Francisca M.Roeswita
Director
  1. CHIEF MARKETING STRATEGY OFFICER – Steven Namkoong
  2. CHIEF AGENCY OFFICER – Djati Sutanto
  3. HEAD OF FINANCE, ACCOUNTING & INVESTMENT – Robertus Deddy Gunawan
  4. HEAD OF UNDERWRITING – Dr. Yudi Tafiati, HIA, CPLHI
  5. HEAD OF COMPLIANCE – Aditya Rizky Prakosa
  6. HEAD OF MARKETING SUPPORT – Siska Damayanti
  7. HEAD OF NEW BUSINESS – Reza Utama
  8. HEAD OF LEGAL & CORPORATE SECRETARY –  Irene Hedwiga Jonatan
  9. APPOINTED AND HEAD OF ACTUARY –  Achmad Anwarrudion
  10. HEAD OF MARKETING PLANNING –  Fabianus Widyarto
  11. HEAD OF INFORMATION TECHNOLOGY – I Gusti Putu Anom Abadi
  12. HEAD OF KYC & AML – Aprilia Zulfika
  13. HEAD OF PREMIER AGENCY – Nurwati Rosni

Struktur Organisasi

Tata Kelola

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik merupakan salah satu pilar dalam membangun industri asuransi yang sehat dan mendukung pertumbuhan asuransi yang sehat. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik juga merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen risiko. Apabila penerapapan tata kelola Perusahaan berjalan dengan baik, maka manajemen risiko juga akan berjalan dengan efektif.

Perusahaan berkomitmen untuk terus membangun dan menyempurnakan strukturnya sebagai bagian dari implementasi prinsip Tata Kelola Yang Baik. Hal ini dimaksudkan dalam rangka melindungi kepentingan Perusahaan dan para nasabah, pemegang saham, karyawan serta mitra kerja.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Perusahaan secara konsisten berupaya menerapkan nilai-nilai etika serta standar, dan praktik perasuransian yang sehat dan menerapkan prinsip-prinsip:

  1. Transparency, sebagai mana tercermin dalam laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik
  2. Accountability, melalui pembagian fungsi dan peran yang jelas antar masing-masing elemen organisasi yang terus disempurnakan
  3. Responsibility, dimana Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mematuhi ketentuan / peraturan yang ada
  4. Independency, dimana penglolaan Perusahaan dilakukan secara professional, mandiri dan menghindari benturan kepentingan
  5. Fairness, dalam bentuk menciptakan keseimbangan dan memberi perlakuan adil kepada para nasabah.

DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS

Dalam memenuhi prinsip-prinsip di atas, Direksi telah melakukan rapat-rapat dalam rangka merumuskan, menetapkan, dan memutuskan strategi Perusahaan. Dewan Komisaris juga melakukan fungsi pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi melalui rapat Dewan Komisaris, guna menjaga keseimbangan kepentingan antar semua pihak.

KEPATUHAN

Fungsi kepatuhan dikepalai oleh Kepala Departemen Kepatuhan, dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Perusahaan telah memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas di atas 120% (sebagaimana dipersyaratkan oleh regulasi). Perusahaan juga telah menyampaikan berbagai macam laporan yang dipersyaratkan oleh ketentuan, termasuk menyampaikan Rencana Korporasi serta Rencana Bisnis secara tepat waktu.

Untuk memberikan pelayanan terbaik, Perusahaan juga telah memiliki unit penanganan pengaduan khusus guna menangani dan menyelesaikan pengaduan dari Nasabah.

MANAGEMEN RISIKO

Perusahaan telah memiliki kebijakan manajemen risiko serta secara berkala menyampaikan Laporan Penilaian Tingkat Risiko kepada regulator. Pemantauan pelaksanaan manajemen risiko dilakukan melalui penilaian terhadap risiko-risiko: kepengurusan, tata kelola, strategi, operasional, aset dan liabilitas, asuransi dan permodalan.

PENGENDALIAN INTERNAL

Manajemen Perusahaan secara kolektif bertanggung jawab untuk menentukan tujuan, strategi dan cara memenuhi tujuan tersebut dengan menetapkan struktur pengendalian intern yang efektif. Untuk merealisasikan hal ini, Perusahaan mengadopsi pendekatan ” pertahanan tiga lapis” (the three lines of defense).Secara garis besar, model ini memisahkan fungsi yang ada di Perusahaan ke dalam 3 kategori yakni:

  1. Lini Pertahanan Pertama : Unit/Departemen BisnisBertanggung jawab untuk risiko dalam unit mereka, termasuk manajemen risiko dan pengawasan melekat atas kegiatan sehari-hari.
  2. Lini Pertahanan Kedua : Manajemen Risiko, Aktuaria, Keuangan, Kepatuhan, LegalKelompok ini melakukan pengawasan independen terhadap proses pengambilan risiko dan kegiatan mitigasi risiko.
  3. Lini Pertahanan Ketiga : Audit InternalMemberikan analisis independen terkait risiko, kontrol dan tata kelola yang efektif. Unit ini bertanggung jawab kepada Komite Audit.