Kondisi keuangan Perusahaan Asuransi tercermin dari nilai Risk Based Capital, penempatan investasi dan kemampuan bayar klaim kepada nasabahnya.

Risk Based Capital (RBC) adalah metode perhitungan kesehatan perusahaan asuransi yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara sederhana, RBC adalah rasio modal perusahaan asuransi dibandingkan dengan nilai risiko yang dihadapinya. Rasio minimal yang diwajibkan OJK adalah 120%, artinya perusahaan asuransi harus memiliki aset bebas (aset yang tersisa setelah memenuhi kewajibannya) minimal sebesar 120% dari nilai risiko yang dihadapinya. Dalam hal ini, RBC Hanwha Life pada akhir 2019 adalah lebih dari 5600%. Hal ini menunjukkan bahwa Hanwha Life memiliki kecukupan modal jauh di atas nilai yang dipersyaratkan. Tidak ada alasan apapun untuk meragukan kemampuan Hanwha Life memenuhi kewajiban dan risiko-risiko yang dihadapi Perusahaan.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan standard keamanan yang tinggi, Hanwha Life juga sangat berhati-hati dalam menempatkan investasinya. Pada akhir 2019, 66% asetnya ditempatkan dalam obligasi negara Repubik Indonesia (± IDR1,36 triliun) dan 22% asetnya ditempatkan dalam deposito berjangka di bank-bank bonafid (± IDR485 miliar). Jumlah kedua jenis investasi jauh melampaui kewajiban Hanwha Life sebesar IDR157 miliar per akhir 2019.

Beberapa artikel yang mungkin menarik minat kamu

artikel dan berita

lihat semua berita hanwha
artikel
20 / Jul / 2026

Tips Merencanakan Keuangan untuk Membeli Rumah atau Apartemen Pertama

baca selengkapnya
artikel
13 / Jul / 2026

Investasi Digital atau Aset Riil?

baca selengkapnya
artikel
06 / Jul / 2026

Properti: Sewa atau Beli?

baca selengkapnya
artikel
02 / Jul / 2026

Kesadaran Akan Kesehatan Finansial

baca selengkapnya
artikel
22 / Jun / 2026

Generasi Sandwich: Berdiri di Persimpangan Jalan

baca selengkapnya
artikel
18 / Jun / 2026

Gaji Baru Masuk, Kenapa Bisa Habis Duluan?

baca selengkapnya